Qlantunkn doa2 indah
Memohon pd Sang Maha Cinta
B'sujud tuk mencari ridho-Ny
Dan terucap nama dr hti yg tergoda
Mencoba b'tanya :
Apkh dy baik utkq,tuk agamaq,tuk khdpnq saat ni dan masa depanq?jika ya,dekatkanlah!
Berkahilah kami tuk meraih ridho-Mu..
Jika tidak,jauhkanlah q drny,ato jauhkn dy driq..
Karna yg qcari adl ridho-Mu Ya Rabbi..
mncari ridha-Mu
tuk seseorang
Ketika jiwa dbalut kegelisahan
Dan sang penabur cnt tak kunjung datang
Seolah ingn menjerit
Karna tak kuasa menahan
Wahai engkau yg mnumbuhkn bibit cnt dlm tanaman hatiq
Tak taukah kau
Dsni q menunggu kabarmu
Yg tlah menghilang sesaat
Dan mmbuat memoriq kacau berat
Kau..hadirlah
Dg senyummu yg qrindu
Mengobati krinduan yg mendera jiwaq..
Akhirna...
Terkulum senyum
Tanpa bnyk kata yg t'ucp
Biarlah snym ne trs mnghiasi wajahq yg b'seri
Tanda hati tak lg temui kraguanna
Akhrna...
T'jwb sudh siapa yg t'pilih
Dan smoga dy lah yg t'bae...
Syukur
Mengarungi samudra dosa
Menyelam di tiap titik cela
Seolah takkan pernah tenggelam
Subhanallah…
Alangkah indahnya jika samudra ini adalah amalan
Dan titik cela itu adalah kebaikan
Ya Allah…
Engkau Yang Maha Indah
Semua keindahan duniawi
Hanyalah kamuflase belaka
Andai saja makhluk-Mu membuka mata hati mereka
Jika yang Kau suguhkan adalah sebuah alasan
Agar mereka tak melupakan-Mu
Pasti mereka mampu memanfaatkan semua fasilitas-Mu
Dan takkan berhenti berucap syukur pada-Mu
Ya Illahi Rabbi….
Ikhlas....
Snym t'ukir
Mengindahkn wajah penuh kramahan
Lembut laku dan tu2r kata dr bi2r kelu
Menympurnakan titik2 chy mata yg menyatu
Sungguh takkan mungkin membelokkan pandangan
Jika smua itu sempurna dilakukan
Namun..
Pupus keindhn saat keikhlasan tak menyertai
Ikhlas...
Hadir menyejukkan penciptaan keindhn abadi
Smoga keikhlasan akn tetap mewarnai jiwa dan hati
Tiap manusia,makhluk Illahi Rabbi...
Mereka Butuh Kalian
Mengaku sebagai pahlawan
Namun menikam dari belakang
Tak peduli siapa yang tersakiti
Mereka kan tetap tertawa
Dalam keindahan duniawi
Yang mempesonakan mereka
Jabatan…harta…dan wanita…
Menghiasi gemerlapnya kehidupan
Bukankah jabatan itu tanggungjawab mereka?
Bukankah harta itu milik bangsa dan rakyat jelata?
Bukankah wanita harusnya suci di mata mereka?
Sadarlah wahai pemimpin bangsa!
Smua itu hanya fatamorgana
Pesona dunia hanya membutakan mata kalian sesaat
Penuhilah hasrat para rakyat
Yang menggantungkan asa
Dan mengulurkan tangan-tangan mereka
Pada kalian yang duduk di kursi berlabel jabatan
Rangkullah mereka dengan tanggungjawab,
Kejujuran, dan kesetiaan…
Karna mereka membutuhkan kalian….
Tarianku…
Aku adalah pena
Ingin menari namun tak jarang langkahku terhenti
Mencari sela-sela gang kecil
Namun yang kutemukan selalu jalan buntu
Mencari...dan mencari...
Lihat! Setitik cahaya keluar dari lorong-lorong kegelapan
Menyinari jalan agar ku tetap melangkah
Ku mulai menari dengan pasti
Tapi…tiba-tiba kepercayaan diriku menghilang
Ketika tarianku tak mengindahkan mata-mata yang memandangku
Tarianku…ada apa dengan tarianku?
Apa aku terlalu egois
Hingga mata-mata itu tak sudi merelakan pandangannya
Ya…mungkin seperti itu, aku egois!
Aku menari tuk diriku sendiri
Tanpa rasa…tanpa hati…
Ku kan menata diri
agar tarianku mempesonakan semua mata yang memandangku
dan dunia pun tersenyum padaku…






