Bawaannya gelisah terus menerus. Akh!!! Otakku terus berputar. Tapi entah apa yang dpikirkan. Sekarang ngrasa cuek banget. Ya sudahlah. Terjadilah apapun yang seharusnya terjadi.
Jaga dirimu sayang...
Aku memang tak seberuntung wanita yang terpilih oleh ibu kamu sayang... namun aku beruntung pernah memiliki hatimu. Dan akan lebih beruntung jika kamu benar2 memenuhi janji kamu memperjuangkanku sampai akhir.
Tapi aku tak pernah memaksa kamu melakukan itu untukku sayang. Aku siap jika memang kamu lelah berjuang. Aku siap meskipun hati belum siap.
Sejujurnya aku masih belum rela karna ini belum masuk logikaku. Entahlah, kenapa aku seperti yang menjadi tersangka? Salah yah menyayangimu, salah ya mencintaimu, salah ya jika aku ingin menghabiskan sisa umurku bersamamu?
Aku seperti menemukan jalan buntu ketika kamu berhenti. Aku pasrah dengan keadaan yang ada. Aku percaya Allah akan mengganti yang terbaik untuk kita. Pintaku, kenanglah aku. Bimbinglah wanitamu dunia akhirat. Kalau kamu dan wanitamu tidak rajin sholat, siapa yang akan mengajari anakmu kelak?
Sayang, jangan emosian. Kurangilah sedikit demi sedikit. Itu akan sedikit membantu sakitmu biar ngga kambuh. Aku masih sering khawatir memikirkan sakitmu sayang. Aku benar2 sedih ketika kamu meronta sakit namun aku jauh dan ngga mampu berbuat apa2. Sayang, jaga kesehatan. Semoga wanitamu nanti bisa merawatmu.
Aku selalu berdoa untukmu sayang. Semoga sehat dan sukses selalu dunia akhirat, amin...
Aku masih sayang kamu sampai tulisan ini diterbitkan...
Aku sayang kamu...
Denganmu, aku bisa mengendalikan emosiku.
Denganmu, aku bisa lebih sabar.
Denganmu, aku mampu tersenyum ketika hati menangis.
Denganmu, aku bisa lebih bijak.
Aku mengenalmu sosok yang bertanggung jawab dengan perkataanmu.
Kamu jujur. Kamu pekerja keras. Kamu sosok yang mengerti, penyayang dan seperti yg aku impikan.
Namun ketika kamu lemah, really2 down, kamu seperti bukan kamu yg kugambarkan tadi. Seketika seperti sekejap saja kamu mampu melemahkanku. Aku seperti kehilangan kekuatanku. Padahal aku ingin tetap kuat agar bisa menguatkanmu. Kamu membuatku gelisah. Kamu membuat hati dan pikiranku beku.
Aku pasrah dengan keadaan yang ada. Padahal aku berharap kamu masih berjuang untukku. Aku berharap kita bisa saling menguatkan.
Nanti jika aku benar2 pergi, semoga sosok wanita yang mendampingimu benar2 mengerti kamu sayang...
Mau menjadi seperti yang kamu mau. Pintar masak, mau mengurus rumah, menemani tidurmu, mengobati sakitmu, merawatmu, penurut, tidak keras kepala, semua yang kamu inginkan ada pd wanita itu.
Maafka aku jika ternyata bukan aku.
Aku benar2 masi belum rela pergi karna alasan yang tak mampu dtrima logikaku. Sejujurna seperti itu. Perjuangkan aku sampai akhir sayang. Apa perlu aku berlutut dan mencium kaki ibumu agar mendapat restu? Jika itu bisa meluluhkan hati ibumu, aku rela melakukannya.
Sayang, pergilah kalau itu maumu. Jangan mencariku. Aku juga akan pergi kemanapun kakiku melangkah.
Aku sayang kamu. Dan akan tetap seperti itu. :(
Be good boy...
Mentari masih bersinar, bulan dan bintang masih menerangi malam, kita masih menatap langit yang sama. Jangan memaksaku memilih kenyataan yang tak ingin ku pilih, manusia bisa berubah. Mari berjuang bersama. Mana janjimu? Belajarlah bertanggung jawab.
Mungkin sekarang keseimbangan otakmu sedang tidak pada tempatnya. Aku masih menunggu sampai kamu benar2 dalam kesadaranmu. Manusia bisa berubah. Jangan melemah. Perkataanmu seolah membuat semua berakhir. Padahal itu belum terjadi. Belajarlah tenang dalam menghadapi tiap jengkal permasalahan. Semua butuh waktu. Butuh pikiran jernih untuk memutuskan. Mungkin kamu lelah. Istirahat saja. Semoga semua baik2 saja. Amin.
Pusing
Lemes banget hari ini...ga tau harus ngapaen. Banyak pikiran. Aaarrrrggghhh!!!!! Pengen marah sama siapa? Pengen dperhatiin sama siapa? Sedangkan pacarku juga lg ngga mood, lg sama2 banyak pikiran, aku ngga mau jadi beban buat dia.
Pengen ngebolang rasanya. Kemanapun.
Ke pantai malam2 enak kali yaaa...
Entahlah aku lg ngrasa sendiri.
Kepala pusing.
Siapa siapa siapa?
Kemana kemana kemana?
Ngapaen ngapaen?
Hadeeuh *tepok jidat
Dear....
Dear...sejak semalam ngga tenang banget, gelisah, ngga tau harus ngapaen. Sampai detik ini tulisan ini dtulis pun masih saja gelisah.
Aku seperti tak punya kekuatan apa2. Aku merasa.....akh! Ga tau. Males. Kesel. Pengen bertindak tapi ngapaen?
Pasrah. Sudah berusaha. Gimana nanti aja keputusannya. Semua pasti ada jalanna. Allah ngga pernah tidur. Just pray. Semoga semua baik2 saja.
Sedih....
Kalut...
Sudah sejauh ini.
Sudah sedalam ini perasaanna.
Apakah aku harus menghilang?
Aku seperti tak punya tujuan.
Hidup tapi kaya ngga hidup.
Entah dimana tempat yang nyaman.
Otakku seperti beku.
Mungkin kalau benar2 tak bisa berfikir,
Wait...
Aku akan pergi.
Curhat sesaat...
Sayang....malam ini perkataan yang kamu berikan padaku entahlah terasa menusuk di hati. Padahal belum terjadi, tapi kamu berhasil membuatku pesimis. Mana janjimu yang akan memperjuangkanku sampai akhir? Kalau hal yang belum terjadi saja melemahkanmu, bagaimana dengan aku? Sepertinya aku tak akan kuat berjuang sendiri. :(
Sayang, kalau memang janji itu terhapus oleh ketakutan2mu, sebaiknya dari awal kau tak usah berjanji. Membiarkanku pergi lebih awal mungkin lebih baik daripada sudah sejauh ini namun usahamu melemah di tengah jalan.
Sayang, aku berusaha kuat agar bisa menguatkanmu. Jangan lemah, nanti aku semakin lemah.
Sayang, kalau hal terburuk sekalipun datang, aku siap. Aku hanya mempertanyakan janjimu untuk memperjuangkanku sampai akhir. Ketika itu kau dengan tegas dan penuh optimis menyatakan janji itu, kalau sekarang kau melemah, mungkin kau sedang lupa. Maafkan aku, aku hanya mengingatkan.
Selamat malam sayang, semoga besok pikiranmu sudah jernih kembali, mungkin kamu lelah hingga berpikir negatif. Jaga kesehatan ya sayang, suatu saat nanti jika aku tak di sisimu, semoga yang mendampingimu bisa selalu merawatmu. Aku berdoa yang terbaik untukmu.
Aku sayang kamu.






