Hari ini, tadi pagi buta...kita bercerita dalam keterbukaan. Sedikit lega. Namun agak terkejut. Ternyata kita hampir sama, hampir...dan entah ada apa lagi yang lainnya.
Dalam ketakutanku yang sedikit terkikis, masih ada ketakutan2 lain yang aku sendiri masih pantaskah disebut ketakutan?
Tentang orang tuamu, mungkin mereka memilihkan jodohmu yang baik menurut mereka. Ketika kamu pertahankan aku, dan dtengah jalan nanti kamu tak dapat pencerahan seperti yang kamu inginkan, apakah aku akan menjadi orang yang tersisihkan?
Jujur aku ingin berjuang, beriringan memegang tanganmu, menguatkanmu. Namun kamu pun tak turut serta mengizinkanku untuk berbuat itu.
Umurku, fisikku, itu harga mati yang tak mungkin bisa aku ubah karna itu merupakan pemberian Penciptaku. Kalau ada sikap atau sifat yang bisa aku ubah, aku akan berusaha mengubahnya, namun bukan yang mutlak tak dapat kuubah itu.
Aku hanya bisa berdoa semoga perjuanganmu kelak tak sia2. Kuatkan aku dsni yang tak bisa menjangkaumu karna jarak kita yang tak mengizinkan kita bertemu tiap hari.
Kalau pun nanti kamu tak menjadi milikku, aku harus siap menerimanya. Mungkin ini yang seharusnya terjadi. Laki2 yang datang dan pergi silih berganti dalam kehidupanku, hanya mengukir sejarah sesaat, membuat kisahku penuh warna, manis dan pahitnya tetap harus ku telan.
Doaku selalu untukmu, semangatlah walaupun nanti bukan aku yang menyemangatimu lagi.
Pengakuan kita, aku akan menyimpannya.
Pengakuan...
Today...
Ndud, hari ini kali pertama kamu ngambek. Gara2 aku ngeyel dsuruh jangan berangkat kerja karna msh sakit tp aku tetep kerja, maaf ya ndud...kan aku uda kasihtau alasannya ndud.
Entah bener marah apa ngga kamu ngambek, maafin aku ya ndud...sepi tau ngga klo ngga ada kamu... :)
Maaf
Maaf ya atas kelancanganku memilih hatimu untuk hatiku. Ini bukan mauku, hatiku yang memilih. Padahal belum genap sebulan dari perkenalan, entahlah aku merasa aku suka dengan semua yang ada pada dirimu.
Tapi aku dengan banyak kekuranganku, aku seperti ingin pergi. Aku tak ingin menyakitimu. Kalau yang sakit hanya aku, aku tak apa. Sudah terbiasa.
Ada dua sisi yang mungkin akan membuat hubungan kita menjauh. Dari sisi aku, dan sisi kamu.
Aku tak masalah kalau nanti kamu benar2 menerima apa adanya diriku. Aku akan benar2 menjadikanmu rajaku, aku akan melihatmu, hanya kamu. Namun sepertinya keegoisanku saat ini yang mempertahankanmu hanya akan menyakitimu nanti. Yang menyakitiku, aku akan berusaha untuk tak memikirkannya. Now, aku tak memikirkan perasaanku, aku hanya memikirkan hatimu nanti. Apa aku bodoh? Mungkin.
Aku dilema ketika kamu melemparkan semua pertanyaan2 yang kamu sendiri bingung menjawabnya. Aku tau arahnya, namun aku tak mampu berjuang ketika aku tau nanti kamu yang akan menjauh, aku takut kamu akan melakukannya. Tapi aku harus berani. Jujur lebih indah walaupun menyakitkan. Pertemuan kedua kita, aku akan mengatakannya meski itu akan mengiris hatiku.
Tahukah kamu??? Menyimpan ini saja, sendirian, sangat membuatku perih, aku dibayang2i ketakutan yang mendalam, dilema yang berkepanjangan, dan kesulitanku merangkai kata agar nanti kamu tak sakit. Aku sangat menghargaimu lebih dari aku sendiri. Ini amat pedih buatku, kamu tau itu? Coba kamu ada di posisiku. Kamu sayang sama orang sedangkan kamu tak ingin menyakiti orang itu, kamu akan berbuat apa? Seperti tak punya pilihan ketika egois menguasai akan kebahagiaan sendiri dan memikirkan kebahagiaanmu juga. Sakit. Perih. Seolah mencekikku. Aku bungkam namun aku ingin berteriak.
Aku pasrah, mungkin bukan kamu jodohku. Aku akan mundur perlahan dan aku kembalikan hatimu di tempatnya.
Terima kasih sudah hadir di hidupku meski sejenak. Kita masih bisa berteman. Maaf
Dear...
Dear...
Aku tak tahu perasaanku saat ini, aku hanya ingin menangis.
Aku tak pernah main2 dalam berhubungan, apalagi kalau uda kata serius.
Berusahalah. Jangan kalah dengan keadaan.
Ternyata harapan hanya bersifat sementara dan menghibur sejenak saja. Aku bisa bilang ke kamu aku baik2 saja namun kenapa aku tiba2 menangis?
Sudahlah....aku lelah. Aku pasrah masalah jodohku, mungkin aku terlalu memilih jadina aku masih sendiri saat ini. Aku percaya Allah masih menyembunyikan jodohku.
Aku lelah. Sangat lelah. :(
Dilema
Malam2ku beberapa hari ini tak seperti biasanya. Biasanya ada kamu yang selalu menemaniku. Aku selalu mendengar suaramu. Meskipun kamu sibuk, komunikasi kita tetap terjaga. Aku menangkap signal perubahanmu. Ternyata kamu sedang memikirkan hubungan kita. Kalau itu tentang kita, kenapa kamu tak memberiku sebagian bebanmu? Kenapa kau pikul sendiri? Lakukanlah seperti biasanya. Biasanya kamu akan ada cerita untukku dan aku akan siap menjadi pendengar yang baik untukmu.
Oke, aku memang kesepian. Tapi tak mendengar kisahmu tiap harinya yang seperti biasanya itu, aku khawatir. Timbul pertanyaan apakah km bosan atau sedang ada masalah apa? Atau aku membuat masalah denganmu? Kenapa diam saja? Ceritakanlah. Bawa aku ke dalam ceritamu.
Aku tak akan menuntut macam2 padamu. Kamu yang akan menjadi imam, aku percaya kamu bisa memberikan keputusan yang terbaik untuk kita. Jodoh memang tak ke mana, percayalah tulang rusuk tak akan tertukar. Lakukan sesuai kata hatimu, masalah yang akan ada nanti, biarkankah nanti saja. Semua masalah akan ada jalan keluarnya. Percayalah, aku tak ingin menjadi beban untukmu.
Saat ini aku hanya sedang merindukanmu, kembalilah seperti biasanya.
You.....
Wahyu Akbar Adiguna, why you so far from here... I miss you...
I hope can make you always smile and happy with me, its wrong?
Help me, bring me to your life. Just bring me from my place now, I feel bad here, I can't go anywhere, bring me...bring me...
Stay in this place just make me pain, my heart crying when my mouth smile...
Hi Wahyu, are you hear me?
If you can't bring me from here, just stay in my heart because its empty. Beside me, hug me if I cry...
You, help me.... :(
Jatuh cinta lagi...
Kenapa ini? Rasanya seperti sudah lama aku tak merasakan yang seperti ini. Ketika jantung berdegup kencang, tersenyum sendiri, yaaa....rasanya aneh. Seolah tak ingin melepaskan waktuku bersamanya, selalu ingin mendengar suaranya, ingin tahu kabarnya, khawatir, pokoknya ingin selalu memperhatikannya. Apakah ini cinta? Akh! Belum genap sebulan dari berkenalan, masa iya aku sudah membuka hati untuknya? Dan apakah dia merasakan apa yang aku rasakan?
Ya Allah, Engkau Yang Maha Indah. Sungguh jika laki2 ini adalah terbaik untukku, dekatkan dia padaku Ya Allah. Indahkanlah hubungan kami.
Untukmu laki2 yang sedang menjalin komunikasi baik denganku, tahukah kamu aku ingin selalu memperhatikanmu, aku ingin membuatmu tersenyum, ingin mengindahkanmu, ingin kamu baik2 saja, ingin kamu selalu dalam lindungan-Nya, ingin kamu tahu bahwa aku merindukanmu saat ini, aku akan sebut namamu dalam doa2ku.
Tapi, maafkan aku. Apa aku salah dengan perasaanku? Antara senang dan sedih. Aku ingin menangis sekarang, karna aku akan menyakitimu. Aku seperti tidak berguna. Aku menyayangimu namun aku menyakitimu.
Tahukah kamu aku sangat tersiksa dengan perasaanku ini, harus menyakiti orang yang aku sayang? Bermimpi dan berharap akan menghabiskan sisa hidupku bersamamu? Apakah itu suatu kesalahan? Aku seperti wanita yang tidak boleh bahagia. Bolehkah aku sedikit merasakan kebahagiaan bersamamu? Ingin merasakan berdebar2 lebih lama lagi denganmu, aku ingin menghabiskan waktuku bersamamu lebih lama lagi, tapi kenapa rasanya semakin sakit menyembunyikan yang harus kamu tahu nanti? Memang sekarang atau nanti akan sama saja, toh nanti km juga akan tahu yang sebenarnya, tapi bisakah dan bolehkah aku merasakan waktuku lebih lama bersamamu sebelum semua keadaan ini berubah? Aku memang jahat tapi aku mungkin tak akan punya kenangan lebih banyak dengan kisahku denganmu, ijinkan aku bersifat egois sesaat, aku menyayangimu, dan sepertinya aku juga mencintaimu. Please remember me if you lost me someday. :(






